Comment

Diberdayakan oleh Blogger.

Test Footer

gif maker online
Home » , , , , » Papua Belum Miliki Badan Penyuluhan Pertanian

Papua Belum Miliki Badan Penyuluhan Pertanian

Written By Unknown on Rabu, 20 Februari 2013 | 08.57

JAYAPURA, MAMBRUK VOICES - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Anna Sawai mengatakan, hingga kini Provinsi Papua belum miliki Badan Penyuluhan Pertanian, di mana dari 33 provinsi di Indonesia, 26 provinsi sudah memiliki lembaga tersebut.

“Semestinya Papua sudah saatnya miliki badan penyuluhan pertanian dalam rangka pendampingan para Petani dalam usaha taninya,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela Rapat Kordinasi dan Singkronisasi Pembangunan Perkebunan dan Peternakaan se-Provinsi Papua tahun 2013 di Hotel Horizon Jayapura, Rabu (19/2) kemarin.
Menurutnya, peranan badan penyuluhan pertanian di Papua sangat dibutuhkan untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada Petani, sehingga dapat mencapai swasembada dan kemandirian pangan secara berkelanjutan di Papua.

“Pasalnya Petani di Papua berbeda dengan petani di daerah lain, petani kita perlu mendapat pendampingan oleh karena itu, lembaga penyuluhan harus kita dorong dan segera di bentuk di tanah Papua,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep pembentukan badan penyuhan sebenarnya sudah ada, bahkan di tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Maka dari itu, ia berharap badan penyuluhan pertanian ini akan terbentuk dalam tahun ini juga.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Gubernur untuk pembentukan badan penyuhan pertanian Papua, kita harapkan Gubernur bisa mendukung pembentukan badan ini, sehingga membantu pendampingan kepada saudara-saudara petani kita yang berada di wilayah pegunungan Papua,” tutur Anna Sawai.

Mengenai tenaga penyuluh, lanjutnya, sebenarnya tidak sulit namun di tingkat Provinsi Papua kelembagaan penyuluh ini belum ada hingga kini, sehingga tidak ada pendampingan yang baik kepada para petani di Papua.
Diakuinya, khusus untuk wilayah pegunungan yang sering terjadi bencana kelaparan, itu disebabkan oleh tidak adanya lumbung-lumbung pangan di daerah tersebut, dimana seharusnya setiap distrik harus ada lumbung pangan.

Masih menurutnya, para petani di wilayah pegunungan juga perlu ada pendampingan yang baik. "Sejumlah petani selama ini menjadi tidak pernah tahu bagaimana cara mengatasi masalah hama, mengingat tidak ada penyuluh. Di sisi lain untuk mengandalkan penyuluh dari dinas terkait, sangat kurang efektif karena jumlahnya terbatas,” ujarnya.

Akibat teknologi pertanian yang tidak seluruhnya bisa terserap ke para petani karena minimnya petugas penyuluh pertanian, tentu saja mengakibatkan produksi sejumlah komoditas pertanian tidak maksimal.
"Petani kita di Papua perlu pendampingan, dan untuk mengatasi masalah tersebut, kami pun akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten,” tandasnya [ias].


Sumber: Papua Pos

0 komentar:

Posting Komentar

Test Footer 2

BAHASA INGGIRIS
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS